Hantavirus (Orthohantavirus) – Cara Mencegah dan Pengobatannya
- Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh tikus (atau hewan pengerat lainnya) yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.
- Manusia biasanya tertular melalui kontak dengan tikus yang terinfeksi atau melalui urin, kotoran, atau air liurnya.
- Gejala awal terinfeksi hantavirus, meliputi: rasa lelah, demam, nyeri otot atau pegal-pegal, sakit kepala, pusing, keringat dingin, mual, muntah, diare, atau nyeri perut.
- Belum ada pengobatan spesifik untuk hantavirus. Namun jika diduga terinfeksi, pasien harus segera datang ke unit gawat darurat (UGD).
Orthohantavirus merupakan jenis hantavirus yang menyebabkan penyakit pada manusia. Hantavirus pertama kali ditemukan pada hewan pengerat (pada umumnya tikus) yang dapat menyebabkan penyakit parah hingga mematikan pada manusia. Tergantung jenis virus dan lokasinya, infeksi hantavirus bisa menyerang dua organ berbeda:
- Menyerang saluran napas dan jantung (Hantavirus Pulmonary Syndrome/HPS): Biasanya ditemukan di Amerika.
- Merusak ginjal dan pembuluh darah (Hemorrhagic Fever with renal Syndrome/HFRS): Biasanya ditemukan di Eropa, Asia, dan Rusia.
Penyebab dan cara penularan Hantavirus
Hantavirus bukan virus yang menular melalui kontak antar manusia secara langsung (kecuali jenis virus Andes di Amerika Selatan).
Manusia bisa terinfeksi hantavirus jika mereka mengalami kontak dengan urin, kotoran, atau air liur tikus pembawa virus. Kondisi ini dapat terjadi ketika:
- Menghirup udara terkontaminasi hantavirus ketika sedang membersihkan bekas tikus.
- Menyentuh benda terkontaminasi dan kemudian menyentuh hidung atau mulut.
- Digigit atau tercakar tikus yang terinfeksi.
- Makanan atau minuman terkontaminasi.
Perlu diketahui bahwa meskipun tidak langsung kontak dengan tikus atau hewan pengerat, namun tikus bisa saja meninggalkan urin atau kotorannya.
Binatang peliharaan, meskipun tidak secara langsung dapat terinfeksi hantavirus, namun anjing dan kucing bisa jadi membawa tikus terinfeksi ke dalam rumah.
Gejala utama Hantavirus pada manusia
Sangat sulit untuk mendeteksi infeksi hantavirus secara langsung karena biasanya dibutuhkan waktu inkubasi selama 1-2 minggu, atau hingga 8 minggu.
Gejala awal infeksi hantavirus, meliputi:
- Demam dan keringat dingin mendadak
- Sakit kepala berat dan nyeri otot dalam (khususnya di paha, panggul, dan punggung)
- Nyeri perut, mual, dan muntah
- Penglihatan kabur atau muka kemerahan
Tanda infeksi parah:
- Saat menyerang paru-paru (HPS): Sesak napas, batuk kering yang terus-menerus, dan sesak di dada akibat paru-paru terisi cairan.
- Saat menyerang ginjal (HFRS): Tekanan darah rendah mendadak, pembuluh darah pecah, syok akut, dan gagal ginjal disertai pembengkakan akibat cairan.
Cara mencegah terinfeksi Hantavirus dari tikus
Mengingat belum ada vaksin untuk hantavirus, pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan dari hama tikus.
Penting: Menyapu, menyikat, atau menyedot dengan vakum kotoran atau sarang tikus dapat menyebabkan partikel virus terbang ke udara sehingga meningkatkan risiko terhirup.
Cara membersihkan yang aman:
- Ventilasi: Buka pintu dan jendela untuk menciptakan aliran udara setidaknya 30 menit sebelum mulai membersihkan.
- Lakukan disinfeksi: Kenakan sarung tangan karet. Semprot kotoran atau sarang tikus secara menyeluruh dengan disinfektan atau cairan pemutih (1:10 dengan air). Biarkan selama 5 menit.
- Gunakan tissue/lap tebal: Jangan disapu, namun secara berhati-hati ambil kotoran dengan tissue atau lap tebal. Masukkan ke dalam plastik, ikat kuat, dan buang di tempat sampah luar rumah.
- Cegah tikus masuk rumah: Tutup lubang jalur masuk tikus, pastikan tempat sampah tertutup rapat, dan simpan makanan di tempat penyimpanan kedap udara.
Cara diagnosis dan pengobatan Hantavirus
Jika Anda curiga telah terpapar tikus dan memiliki gejala seperti flu atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan ke Unit Gawat Darurat (UGD). Informasikan perawat atau dokter mengenai kapan dan bagaimana Anda kontak dengan tikus.
Cara diagnosis:
Karena hantavirus menyerupai penyakit akibat virus atau bakteri pada umumnya (seperti influenza atau leptospirosis), tenaga kesehatan harus mengkonfirmasi diagnosis menggunakan tes darah ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) untuk mendeteksi antibodi IgM spesifik.
Cara menangani dan pilihan terapi obat:
Tidak ada obat antivirus yang bekerja langsung membunuh hantavirus. Penanganan medis dan terapi obat bergantung pada sistem perawatan suportif di rumah sakit, yang meliputi:
Cara penanganan pada kasus virus menyerang paru-paru (Hantavirus Pulmonary Syndrome/HPS):
- Perawatan ICU sesegera mungkin: Anda harus segera ditangani di ICU sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar jika dicurigai HPS.
- Penanganan cairan dan oksigen: Monitor dan menjaga fungsi jantung dan cairan untuk mencegah pembengkakan paru-paru dan tekanan darah rendah.
- Penggunaan ventilator: Intubasi dan ventilator untuk alat bantu napas biasanya dibutuhkan saat Anda mengalami gangguan napas.
- ECMO (Extracorporeal Membrane Oxygenation): Jika Anda mengalami gagal jantung, Anda akan langsung diberikan ECMO yang berfungsi untuk memberikan oksigen ke dalam darah dari luar tubuh.
- Catatan: Obat antivirus Ribavirin terbukti tidak efektif untuk mengatasi infeksi HPS.
HPS merupakan kondisi yang sangat parah dan ditemukan fatal pada hampir 40% kasus, mulai dari gangguan napas ringan dapat dengan cepat berubah menjadi gagal jantung dan paru hanya dalam waktu 24-48 jam.
Cara penanganan pada kasus virus menyerang ginjal (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome/HFRS):
- Penanganan cairan dan elektrolit: Menjaga keseimbangan kadar cairan dalam tubuh untuk mencegah syok akut dan pembuluh darah pecah.
- Kontrol tekanan darah: Menjaga kadar oksigen dan tekanan darah.
- Dialisis: Biasanya sangat dibutuhkan untuk memperbaiki gagal ginjal akut dan mengatasi kelebihan cairan berlebih akibat gangguan ginjal.
- Obat antivirus (Ribavirin): Tidak seperti HPS, Ribavirin harus segera diberikan melalui pembuluh darah (intravena) pada kasus HFRS karena terbukti mengatasi keparahan infeksi dan menurunkan risiko kematian.
Jumlah kasus kematian akibat HFRS beragam tergantung dari jenis virusnya (<1% ditemukan pada infeksi virus Puumala, dan 15% pada infeksi virus Hantaan).
Catatan: Informasi yang disajikan dalam artikel ini berupa kompilasi informasi dari berbagai sumber, serta tidak dimaksudkan sebagai saran, diagnosis, atau panduan pengobatan medis profesional. Setiap keputusan mengenai penggunaan obat-obatan atau terapi tertentu wajib dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan yang berwenang. Mohon menyikapi dan menggunakan informasi yang tersedia dalam artikel ini secara bijak.
Sumber informasi:
- https://www.cdc.gov/hantavirus/hcp/clinical-overview/hfrs.html
- https://www.cdc.gov/hantavirus/hcp/clinical-overview/hps.html
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hantavirus
