ObatApa Explore / Artikel

Mengenal Program Suntik BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) untuk Orang Tua

dokter menyuntik seorang anak
Program vaksin lanjutan kepada anak usia sekolah dasar

Ringkasan

  • Suntik BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) adalah program rutin Kementerian Kesehatan RI untuk memberikan kekebalan penguat (booster) bagi anak usia sekolah dasar.
  • Pelaksanaan utama dilakukan secara gratis di sekolah oleh tim medis Puskesmas setempat. Bagi anak yang berhalangan atau tidak sekolah formal, layanan tersedia di Puskesmas dan Posyandu.
  • Dilaksanakan dua kali setahun, yaitu bulan Agustus (vaksin Campak-Rubela dan HPV) serta bulan November (vaksin DT dan Td).
  • Melindungi anak dari penyakit menular berbahaya seperti campak, rubela, difteri, tetanus, dan kanker leher rahim (serviks).

Memasuki usia sekolah dasar, tingkat kekebalan tubuh yang diperoleh anak dari imunisasi masa bayi secara bertahap mulai menurun. Untuk memastikan perlindungan kesehatan anak tetap optimal hingga dewasa, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) secara rutin menyelenggarakan program suntik BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah).

Pengertian dan tujuan program suntik BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah)

Suntik BIAS adalah kegiatan nasional pemberian imunisasi lanjutan (booster) bagi peserta didik tingkat sekolah dasar (SD/MI/SLB) atau anak usia sekolah yang sederajat. Program terpadu ini dilaksanakan oleh Puskesmas setempat bekerja sama dengan dinas pendidikan dan pihak sekolah.

Imunisasi yang diberikan sewaktu bayi tidak sepenuhnya memberikan kekebalan seumur hidup. Seiring bertambahnya usia, paparan virus dan bakteri di lingkungan sekolah meningkat. Suntik BIAS bertujuan untuk memberikan kekebalan penguat (booster) guna memperpanjang daya tahan tubuh anak terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Prosedur dan lokasi pelaksanaan suntik BIAS

Pemerintah menyusun prosedur pelaksanaan BIAS agar mudah diakses dan tidak menyulitkan orang tua:

  1. Pelaksanaan Utama di Sekolah (Jemput Bola):
    • Tim medis dan nakes dari Puskesmas setempat akan datang langsung ke sekolah-sekolah di wilayah kerjanya pada hari H yang telah ditentukan.
    • Anak-anak akan disuntik di lingkungan sekolah selama jam belajar-mengajar tanpa perlu dibawa ke fasilitas kesehatan oleh orang tua.
    • Sekolah akan memberikan surat pemberitahuan beserta formulir persetujuan dan skrining kesehatan kepada orang tua beberapa hari sebelum pelaksanaan.
  2. Prosedur untuk Anak yang Berhalangan Hadir (Susulan):
    • Jika anak sedang sakit, absen, atau berhalangan hadir saat tim Puskesmas datang ke sekolah, orang tua tidak perlu khawatir.
    • Pihak sekolah atau Puskesmas akan memberikan surat pengantar imunisasi susulan.
    • Orang tua cukup membawa anak beserta surat pengantar/buku KIA/kartu imunisasi ke Puskesmas setempat atau Pos Pelayanan Imunisasi terdekat untuk mendapatkan suntikan susulan secara gratis.
  3. Layanan untuk Anak Usia Sekolah yang Tidak Sekolah Formal:
    • Anak-anak usia sekolah yang berada di panti asuhan, sekolah rumah (homeschooling), atau tidak mengenyam pendidikan formal dapat mengikuti program BIAS gratis.
    • Pelayanan tersedia di Puskesmas, Posyandu, atau fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah lainnya di wilayah domisili setempat.

Jenis vaksin dan jadwal pemberian suntik BIAS berdasarkan tingkat kelas

Pelaksanaan suntik BIAS secara umum dibagi menjadi dua periode utama setiap tahunnya, yaitu bulan Agustus dan November:

  1. Siswa Kelas 1 SD/Usia 7 Tahun:
  2. Siswa Kelas 2 SD/Usia 8 Tahun:
  3. Siswa Kelas 5 SD/Usia 11 Tahun:
    • Bulan Agustus: Vaksin Human Papillomavirus (HPV) – diberikan 1 kali untuk anak perempuan guna mencegah kanker leher rahim (kanker serviks).
    • Bulan November: Vaksin Tetanus Difteri (Td) – diberikan 1 kali untuk menyempurnakan kekebalan tetanus dan difteri.
  4. Siswa Kelas 6 SD dan Kelas 9 SMP (Program Lanjutan/Kejar):
    • Bulan Agustus: Vaksin HPV Dosis Kedua/Susulan – khusus bagi anak perempuan yang belum menyelesaikan dosis lengkap.

Manfaat perlindungan kesehatan jangka panjang dari suntik BIAS

Pemberian suntik BIAS memberikan cakupan perlindungan terhadap beberapa penyakit infeksi berat:

  • Pencegahan Komplikasi Campak dan Rubela: Melindungi dari virus campak yang memicu radang paru (pneumonia) dan radang otak (ensefalitis), serta menekan risiko Sindrom Rubela Kongenital.
  • Pencegahan Kerusakan Saluran Napas Akibat Difteri: Mencegah infeksi bakteri difteri yang dapat membendung jalan napas dan memicu kerusakan otot jantung.
  • Pencegahan Kejang Otot akibat Tetanus: Membentengi tubuh anak dari racun bakteri tetanus yang masuk melalui luka.
  • Pencegahan Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks): Vaksinasi HPV sejak dini memberikan efektivitas tertinggi dalam membentuk antibodi sebelum anak terpapar risiko infeksi virus di masa depan.

Persiapan sebelum suntik BIAS dan penanganan efek samping (KIPI)

Hal yang perlu disiapkan orang tua sebelum hari penyuntikan

  • Memastikan Anak Sudah Sarapan: Sangat penting bagi anak untuk makan sebelum disuntik guna mencegah pusing atau lemas akibat cemas.
  • Mengisi Formulir Skrining Kesehatan: Informasikan kepada pihak sekolah/petugas medis jika anak sedang demam, memiliki riwayat alergi berat, atau mengonsumsi obat tertentu.
  • Memberikan Pemahaman Positif pada Anak: Jelaskan dengan bahasa sederhana bahwa suntikan imunisasi berguna untuk menjaga tubuhnya tetap kuat dan tidak mudah sakit.

Penanganan efek samping umum (Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi/KIPI)

Vaksin yang digunakan dalam program BIAS teruji sangat aman. Apabila muncul gejala reaksi lokal atau sistemik yang ringan, orang tua tidak perlu panik:

  • Nyeri atau Pembengkakan Ringan di Area Suntikan: Tempelkan kompres dingin yang bersih pada bekas suntikan.
  • Demam Ringan: Berikan cairan yang cukup dan berikan obat pereda demam (parasetamol) sesuai petunjuk dokter jika anak merasa tidak nyaman.
  • Anak Terlihat Lemas: Istirahatkan anak dan berikan asupan nutrisi serta cairan yang cukup.

Catatan Penting:

Informasi dalam artikel ini berupa kompilasi informasi dan bukan merupakan saran medis profesional. Konsultasikan selalu keluhan kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga medis berwenang.

Referensi
1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2025). Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS): Sasaran, Jenis Vaksin, dan Prosedur Pelaksanaan. Ayo Sehat Kemenkes RI.
2. Dinas Kesehatan. (2025). Petunjuk Teknis Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Sekolah dan Puskesmas.
3. World Health Organization (WHO). (2023). Immunization in School-Age Children and Adolescents: Regional Guidelines.
4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Child and Adolescent Immunization Schedule by Age. U.S. Department of Health & Human Services.
5. National Center for Biotechnology Information (NCBI). (2022). Evaluating Booster Vaccine Efficacy and Long-Term Immunity in School-Based Immunization Programs. PubMed Central.