ObatApa Explore / Vaksin

Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin)

vaksin pada balita
Vaksin BCG direkomendasikan untuk diberikan sesegera mungkin

Ringkasan

  • Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin) adalah imunisasi wajib bagi bayi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TB) berat, seperti TB otak dan TB milier [1, 2].
  • Waktu ideal pemberian adalah segera setelah lahir hingga usia 1 bulan. Jika diberikan di atas usia 1 bulan, dianjurkan menjalani uji tuberkulin (uji Mantoux) terlebih dahulu [1, 3].
  • Reaksi alami setelah penyuntikan adalah munculnya benjolan kecil berisi nanah yang akan pecah dan membentuk bekas luka kecil (scar BCG) dalam waktu 2–3 bulan [1, 4].

Penyakit tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di dunia, termasuk di Indonesia [1, 2]. Dalam dunia kedokteran pencegahan (preventive medicine), vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin) merupakan salah satu imunisasi dasar paling krusial yang diberikan pada masa awal kehidupan [1, 3].

Pengertian dan cara kerja vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin)

Vaksin BCG adalah vaksin yang terbuat dari bakteri Mycobacterium bovis yang telah dilemahkan [1]. Bakteri ini memiliki kekerabatan dekat dengan bakteri penyebab TB pada manusia, sehingga mampu merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi dan sel memori tanpa memicu penyakit TB yang berbahaya [1, 2].

Vaksin BCG bekerja dengan melatih sistem imun bayi agar dengan cepat mengenali dan melawan bakteri TB jika di kemudian hari terpapar dari lingkungan sekitarnya [2, 4].

Manfaat dan daya perlindungan vaksin BCG

Meskipun vaksin BCG tidak selalu mencegah infeksi TB paru secara total pada orang dewasa, keberadaan vaksin ini sangat vital bagi bayi dan balita untuk mencegah komplikasi infeksi TB yang mengancam jiwa [1, 3, 5]:

  • Pencegahan TB Selaput Otak (Meningitis Tuberkulosa): Menurunkan risiko peradangan pada selaput otak akibat bakteri TB hingga lebih dari 70–80% pada anak-anak [1, 2].
  • Pencegahan TB Milier (Miliary Tuberculosis): Mencegah penyebaran bakteri TB yang luas ke seluruh organ tubuh melalui aliran darah [2, 3].
  • Menurunkan Angka Kematian Bayi akibat TB: Memberikan perlindungan dini sebelum sistem kekebalan tubuh bayi berkembang sempurna [1, 5].

Usia ideal, jadwal pemberian, dan prosedur penyuntikan vaksin BCG

Ketepatan waktu dan teknik penyuntikan vaksin BCG memegang peranan penting dalam keberhasilan imunisasi [1, 3]:

  1. Jadwal dan Usia Ideal Pemberian:
    • Usia 0 hingga 1 Bulan: Rekomendasi utama pemberian vaksin BCG adalah sesegera mungkin setelah lahir atau sebelum bayi berusia 1 bulan [1, 3].
    • Usia di Atas 1 Bulan: Jika bayi belum menerima vaksin BCG hingga usia lebih dari 1 bulan, dokter atau bidan biasanya akan menyarankan uji tuberkulin (uji Mantoux) terlebih dahulu untuk memastikan bayi belum terpapar infeksi TB alami [1, 4]. Vaksinasi baru dilakukan jika hasil uji Mantoux dinyatakan negatif [1].
  2. Teknik PenyuntikanKhusus:
    • Vaksin BCG diberikan sebanyak 1 kali saja (tidak memerlukan booster) [1].
    • Disuntikkan secara sangat dangkal pada lapisan atas kulit (intrakutan) di area lengan kanan atas dengan dosis kecil (0,05 mL) [1, 3].

Proses pembentukan bekas luka (Scar BCG) dan efek samping normal

Salah satu ciri khas utama setelah pemberian vaksin BCG adalah munculnya bekas luka kecil (scar) pada lengan tempat penyuntikan [1, 4]. Orang tua tidak perlu khawatir karena reaksi ini merupakan tanda alami bahwa sistem kekebalan tubuh sedang merespons vaksin dengan baik [1].

Tahapan normal reaksi kulit setelah suntik BCG

  1. Minggu Pertama hingga Kedua: Bekas suntikan tampak mereda dan kadang tidak meninggalkan tanda yang jelas [1].
  2. Minggu Ketiga hingga Keempat: Muncul benjolan merah kecil (papula) yang perlahan berubah menjadi benjolan bernanah (pustula) mirip bisul kecil [1, 4].
  3. Minggu Keenam hingga Kelapan: Bisul kecil tersebut akan pecah secara alami, mengeluarkan sedikit cairan bening atau nanah, lalu mengering menjadi koreng [1].
  4. Bulan Kedua hingga Ketiga: Koreng terlepas dan meninggalkan bekas luka jaringan parut kecil melingkar (scar BCG) berdiameter 2–7 mm [1, 4].

Panduan Perawatan untuk Orang Tua: Jangan memencet, menggaruk, atau mengoleskan salep/alkohol pada benjolan bernanah tersebut. Cukup jaga area lengan tetap bersih dan kering [1].

Hasil studi dan bukti ilmiah terbaru mengenai efektivitas vaksin BCG

Riset ilmiah terkini di bidang imunologi terus mengungkap potensi tambahan dari vaksinasi BCG [2, 5, 6]:

  • Penguatan Kekebalan Alami (Trained Immunity): Ulasan ilmiah dan studi sistematis terbaru menemukan bahwa vaksin BCG memiliki efek perlindungan nonspecific (off-target benefits). Vaksin ini melatih sel-sel kekebalan bawaan (innate immune cells) untuk lebih responsif terhadap infeksi saluran pernapasan lainnya pada anak-anak [2, 6].
  • Keamanan Jangka Panjang: Data pemantauan kesehatan anak skala luas mengonfirmasi bahwa vaksin BCG memiliki profil keamanan yang sangat tinggi jika diberikan sesuai indikasi pada bayi sehat [1, 5].

Kondisi medis yang tidak diperbolehkan menerima vaksin BCG (Kontraindikasi)

Karena mengandung bakteri hidup yang dilemahkan, vaksin BCG tidak boleh diberikan pada bayi dengan kondisi berikut [1, 3, 5]:

  • Bayi dengan Sistem Kekebalan Tubuh Lemah (Immunocompromised): Misalnya bayi yang terlahir dengan infeksi HIV atau memiliki kelainan daya tahan tubuh bawaan (defisiensi imun primer) [1, 3].
  • Bayi Lahir dengan Berat Badan Sangat Rendah (BBLR): Penyuntikan biasanya ditunda sampai berat badan bayi mencukupi dan kondisi umumnya stabil [1].
  • Infeksi Kulit Aktif: Memiliki luka, eksim berat, atau infeksi kulit luas pada area lengan tempat penyuntikan [1, 5].
  • Sedang Sakit Demam Tinggi: Vaksinasi ditunda hingga kondisi kesehatan bayi pulih [3].

Catatan Penting:

Informasi dalam artikel ini berupa kompilasi informasi dan bukan merupakan saran medis profesional. Konsultasikan selalu keluhan kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga medis berwenang.

Referensi
1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2025). Petunjuk Teknis Imunisasi Dasar Lengkap Bagi Bayi dan Anak. Ayo Sehat Kemenkes RI.
2. World Health Organization (WHO). (2023). BCG Vaccine: WHO Position Paper and Immunization Guidelines. World Health Organization.
3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Tuberculosis (TB) and BCG Vaccine Fact Sheet. U.S. Department of Health & Human Services.
4. National Center for Biotechnology Information (NCBI). (2022). Understanding BCG Vaccine-Induced Scar Formation and Local Immune Responses. PubMed Central, PMC8923102.
5. Medical News Today. (2023). BCG vaccine for tuberculosis: Uses, side effects, and schedule. Medical News Today Platforms.
6. Nature Reviews Immunology/PubMed Central. (2022). Trained Immunity and the Nonspecific Effects of BCG Vaccination.